[padhang-mbulan] Majlis di Malam Ramadhan
Assalamu'alaikum wr wb
(Sekedar berbagi saja, semoga bermanfaat. Amiiinnn...)
Setiap malam di bulan Ramadhan, tiap sekitar jam 22an, di rumah Habib
Hasan bin Abdurrahman bin Zein al-Jufri diadakan majlis yang membahas
tentang kalam-kalam Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi (penulis puisi
Maulid Nabi SAW: Simtud Durrar).
Malam ke-23 Ramadhan kemarin, saya hadir di majlis tersebut dari rumah
sendirian tapi biasanya nanti ketemu dengan teman-teman di tempat majlis.
Saya berdoa semoga saya tidak terlambat hadir, dan sesampainya di rumah
Habib Hasan ternyata majlis belum di mulai, alhamdulillah saya lega...
Di depan rumah sudah parkir beberapa motor, saya lihat ke ruang tamu ada
2 orang tapi saya belum lihat Habib Hasan di sana. Setelah motor saya
parkirkan, saya kasih salam dan masuk. Dari salah satu diantara mereka
saya tahu bahwa memang majlis belum dimulai, beberapa teman masih ada
di Masjid Menara, Layur, sedang tadarus al-Qur'an.
Tidak beberapa lama kemudian, Habib Hasan keluar dari dalam dan kami
pun memberi salam beliau dan mencium tangan beliau, saya lalu keluar ke
teras rumah...saya merasa seorang teman ada perlu khusus dengan Habib
Hasan, itu sebabnya kami (saya dan seorang teman) menunggu di teras.
Beberapa saat kemudian, beberapa teman yg tadi sedang tadarus al-Qur'an
di Masjid Menara terlihat berjalan menuju rumah Habib Hasan, bersamaan
dengan mereka, ada datang beberapa teman yang naik motor. Setelah tamu
tadi pulang, majlis pun dimulai oleh Habib Hasan al-Jufri. Kami duduk di
atas semacam alas besar (yang rendah) bertutupkan karpet hijau hingga itu
muat untuk diduduki beberapa orang, dan di dinding rumah hampir tertutup
oleh photo-photo keluarga, orang-orang alim, para Habaib dsb.
Habib Hasan menjelaskan bahwa Habib Ali al-Habsyi berkata beliau ingin
kembali mengunjungi, ziarah, ke makam Rasulullah SAW, melihat bekas2
peninggalan Rasul SAW dsb yang mana ini akan menambah keluasan dari
"wilayahku".
Bagi seorang yang mempunyai derajat tinggi, wali, dengan hanya berziarah
saja, dengan melihat saja bekas peninggalan Rasul SAW akan menambah
keluasan "wilayah" beliau. "Wilayah" di sini bermakna semakin tinggi derajat
kewalian beliau. Wallahu a'lam.
Dikatakan oleh Habib Hasan bahwa Habib Ali sedang kangen-kangennya
dengan Rasul SAW hingga tiap beliau bicara tentang suatu hal maka secara
tiba-tiba beliau berbicara tentang Rasul SAW, hal ini berlangsung sering.
Habib Ali juga mengingatkan kita agar kita tidak melupakan Rasul SAW,
agar kita mendapatkan Syuhada dan Syu'ada (orang-orang yang baik), ini
terutama di bulan Ramadhan ini dan di bulan-bulan selain Ramadhan.
Habib Hasan al-Jufri berkata bahwa kita bermohon diberikan Syuhada dan
dijadikan Syu'ada (orang-orang yang baik). Dan dijelaskan pula bahwa
kalau ada orang alim sedang berdo'a dan mengangkat tangan maka kita yg
ada bersamanya buru-burulah angkat tangan ikut berd'a, mengaminkan do'a
agar kita termasuk ke dalam kelompok orang yang beruntung dan termasuk
ke dalam do'a orang alim itu.
Bahwa sebenarnya Malaikat itu memandang do'a orang alim itu tapi kalau
di baliknya ada orang-orang yang bersama orang alim itu, maka mereka pun
ikut di dalamnya.
Bahkan Habib Ali dijelaskan oleh Habib Hasan bahwa beliau itu meminta
pada Allah SWT agar muslim di jaman beliau tidak dimasukkan ke dalam
kelompok yang celaka.
Kemudian Habib Hasan berkata bahwa Habib Syekh Abubakar bin Salim
mengatakan agar melaksanakan sholat malam, meskipun hanya 2 raka'at
saja. Ada seorang wali merasa bahwa selama 40 tahun merasa sumpek
kalau ketemu dengan fajar, tapi bukannya beliau benci dengan fajar tapi
karena fajar memisahkan beliau dari malam hari yang dimana beliau merasa
nikmat dalam beribadah di malam hari itu.
Habib Hasan lalu mengingatkan kita untuk melaksanakan ibadah malam,
sholat malam, dimana semua sholat di malam ini termasuk dalam sholat
malam, hanya saja tergantung waktunya, ada sepertiga malam, awal malam
dsb. Dan beliau melarang kita melakukan ibadah yang terlampau berat dulu,
yang sedikit saja tapi berusaha ditingkatkan terus menerus.
Majlis selesai dan diakhir dengan qoshidah oleh Habib Hasan sendiri dan
dengan do'a sesudahnya. Beliau masuk rumah dan mengambil makanan dan
dihidangkan buat kami, dan kami ber-majlas sebentar hingga jam 23.30an
kami pamit pulang.
Setelah mengantar teman saya pulang, saya langsung pulang dan menuju ke
Masjid di dekat rumah saya untuk ikut sholat Tasbih, Mutlak plus i'tikaf di
sana.
(Kalau ada yang salah, maka itu kesalahan saya semata dalam mendengar,
mencatat dan memahami penjelasan Habib Hasan al-Jufri)
Wallahu a'lam bishshowab
Wassalamu'alaikum wr wb
Yusa.
[Non-text portions of this message have been removed]
Padhang mBulan Net - Padhang mBulan mailing list
* Untuk BERLANGGANAN, kirim e-mail kosong ke :
padhang-mbulan-subscribe@yahoogroups.com
* Untuk BERHENTI, kirim e-mail kosong ke :
padhang-mbulan-unsubscribe@yahoogroups.com
* rangkuman dari beberapa e-mail :
padhang-mbulan-digest@yahoogroups.com
* tidak ingin menerima sebuah e-mail pun :
padhang-mbulan-nomail@yahoogroups.com
* Individual Email :
padhang-mbulan-normal@yahoogroups.com
Informasi: padhang-mbulan-owner@yahoogroups.com
YAHOO! GROUPS LINKS
(Sekedar berbagi saja, semoga bermanfaat. Amiiinnn...)
Setiap malam di bulan Ramadhan, tiap sekitar jam 22an, di rumah Habib
Hasan bin Abdurrahman bin Zein al-Jufri diadakan majlis yang membahas
tentang kalam-kalam Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi (penulis puisi
Maulid Nabi SAW: Simtud Durrar).
Malam ke-23 Ramadhan kemarin, saya hadir di majlis tersebut dari rumah
sendirian tapi biasanya nanti ketemu dengan teman-teman di tempat majlis.
Saya berdoa semoga saya tidak terlambat hadir, dan sesampainya di rumah
Habib Hasan ternyata majlis belum di mulai, alhamdulillah saya lega...
Di depan rumah sudah parkir beberapa motor, saya lihat ke ruang tamu ada
2 orang tapi saya belum lihat Habib Hasan di sana. Setelah motor saya
parkirkan, saya kasih salam dan masuk. Dari salah satu diantara mereka
saya tahu bahwa memang majlis belum dimulai, beberapa teman masih ada
di Masjid Menara, Layur, sedang tadarus al-Qur'an.
Tidak beberapa lama kemudian, Habib Hasan keluar dari dalam dan kami
pun memberi salam beliau dan mencium tangan beliau, saya lalu keluar ke
teras rumah...saya merasa seorang teman ada perlu khusus dengan Habib
Hasan, itu sebabnya kami (saya dan seorang teman) menunggu di teras.
Beberapa saat kemudian, beberapa teman yg tadi sedang tadarus al-Qur'an
di Masjid Menara terlihat berjalan menuju rumah Habib Hasan, bersamaan
dengan mereka, ada datang beberapa teman yang naik motor. Setelah tamu
tadi pulang, majlis pun dimulai oleh Habib Hasan al-Jufri. Kami duduk di
atas semacam alas besar (yang rendah) bertutupkan karpet hijau hingga itu
muat untuk diduduki beberapa orang, dan di dinding rumah hampir tertutup
oleh photo-photo keluarga, orang-orang alim, para Habaib dsb.
Habib Hasan menjelaskan bahwa Habib Ali al-Habsyi berkata beliau ingin
kembali mengunjungi, ziarah, ke makam Rasulullah SAW, melihat bekas2
peninggalan Rasul SAW dsb yang mana ini akan menambah keluasan dari
"wilayahku".
Bagi seorang yang mempunyai derajat tinggi, wali, dengan hanya berziarah
saja, dengan melihat saja bekas peninggalan Rasul SAW akan menambah
keluasan "wilayah" beliau. "Wilayah" di sini bermakna semakin tinggi derajat
kewalian beliau. Wallahu a'lam.
Dikatakan oleh Habib Hasan bahwa Habib Ali sedang kangen-kangennya
dengan Rasul SAW hingga tiap beliau bicara tentang suatu hal maka secara
tiba-tiba beliau berbicara tentang Rasul SAW, hal ini berlangsung sering.
Habib Ali juga mengingatkan kita agar kita tidak melupakan Rasul SAW,
agar kita mendapatkan Syuhada dan Syu'ada (orang-orang yang baik), ini
terutama di bulan Ramadhan ini dan di bulan-bulan selain Ramadhan.
Habib Hasan al-Jufri berkata bahwa kita bermohon diberikan Syuhada dan
dijadikan Syu'ada (orang-orang yang baik). Dan dijelaskan pula bahwa
kalau ada orang alim sedang berdo'a dan mengangkat tangan maka kita yg
ada bersamanya buru-burulah angkat tangan ikut berd'a, mengaminkan do'a
agar kita termasuk ke dalam kelompok orang yang beruntung dan termasuk
ke dalam do'a orang alim itu.
Bahwa sebenarnya Malaikat itu memandang do'a orang alim itu tapi kalau
di baliknya ada orang-orang yang bersama orang alim itu, maka mereka pun
ikut di dalamnya.
Bahkan Habib Ali dijelaskan oleh Habib Hasan bahwa beliau itu meminta
pada Allah SWT agar muslim di jaman beliau tidak dimasukkan ke dalam
kelompok yang celaka.
Kemudian Habib Hasan berkata bahwa Habib Syekh Abubakar bin Salim
mengatakan agar melaksanakan sholat malam, meskipun hanya 2 raka'at
saja. Ada seorang wali merasa bahwa selama 40 tahun merasa sumpek
kalau ketemu dengan fajar, tapi bukannya beliau benci dengan fajar tapi
karena fajar memisahkan beliau dari malam hari yang dimana beliau merasa
nikmat dalam beribadah di malam hari itu.
Habib Hasan lalu mengingatkan kita untuk melaksanakan ibadah malam,
sholat malam, dimana semua sholat di malam ini termasuk dalam sholat
malam, hanya saja tergantung waktunya, ada sepertiga malam, awal malam
dsb. Dan beliau melarang kita melakukan ibadah yang terlampau berat dulu,
yang sedikit saja tapi berusaha ditingkatkan terus menerus.
Majlis selesai dan diakhir dengan qoshidah oleh Habib Hasan sendiri dan
dengan do'a sesudahnya. Beliau masuk rumah dan mengambil makanan dan
dihidangkan buat kami, dan kami ber-majlas sebentar hingga jam 23.30an
kami pamit pulang.
Setelah mengantar teman saya pulang, saya langsung pulang dan menuju ke
Masjid di dekat rumah saya untuk ikut sholat Tasbih, Mutlak plus i'tikaf di
sana.
(Kalau ada yang salah, maka itu kesalahan saya semata dalam mendengar,
mencatat dan memahami penjelasan Habib Hasan al-Jufri)
Wallahu a'lam bishshowab
Wassalamu'alaikum wr wb
Yusa.
[Non-text portions of this message have been removed]
Padhang mBulan Net - Padhang mBulan mailing list
* Untuk BERLANGGANAN, kirim e-mail kosong ke :
padhang-mbulan-subscribe@yahoogroups.com
* Untuk BERHENTI, kirim e-mail kosong ke :
padhang-mbulan-unsubscribe@yahoogroups.com
* rangkuman dari beberapa e-mail :
padhang-mbulan-digest@yahoogroups.com
* tidak ingin menerima sebuah e-mail pun :
padhang-mbulan-nomail@yahoogroups.com
* Individual Email :
padhang-mbulan-normal@yahoogroups.com
Informasi: padhang-mbulan-owner@yahoogroups.com
SPONSORED LINKS
| Corporate culture | Organizational culture | Indonesia |
| Culture change | Cell culture | Organization culture |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "padhang-mbulan" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
padhang-mbulan-unsubscribe@yahoogroups.com
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

0 Komentar:
Post a Comment
Beranda